Senin, 19 Desember 2011


LOGIKA MATEMATIKA ANAK

Bagi sebagian orangtua mendampingi anak saat 
bermain atau belajar bukanlah pekerjaan yang ringan, 
apalagi bila harus mengaitkannya dengan tujuan dan 
manfaat dari setiap kegiatan bermain anak. Demikian halnya 
dengan mengembangkan kemampuan matematika pada 
anak. Anak lebih sering diminta menghapalkan angka-angka, 
jumlah, bentuk-bentuk geometri, berbagai lambang dan 
bahasa matematika, tanpa perlu memahami prinsip-prinsip 
dasarnya. Bila demikian, maka sangat besar kemungkinan 
anak akan mengalami kesulitan ketika memasuki kelas 3 SD. 
Orangtua kemudian baru menyadari bahwa anak-anak mereka 
sesungguhnya belum memahami konsep dasar matematika.   
Padahal, anak sudah mulai mengembangkan konsep 
matematika dari berbagai kegiatan  sehari-hari. Misalnya ketika bayi, anak tahu bahwa dia kecil sedangkan ibu dan ayahnya  besar, meskipun anak belum dapat mengungkapkannya 
dalam bahasa lisan. Ketika berusia batita (bawah tiga tahun), 
anak tahu bahwa jika ia menumpuk satu balok pada balok 
yang lain maka baloknya akan bertambah banyak (jadi dua) 6 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
meskipun ia tidak dapat mengungkapkannya dalam bahasa 
lisan. Anak juga tahu kalau ia punya dua balok dan temannya punya sepuluh balok, maka balok temannya lebih banyak sehingga anak ingin mengambilnya dari temannya. Selain 
itu, anak sering memilih sendiri mainannya meskipun ia  tidak 
tahu dasar pemilihannya. Anak juga tahu jadwal kegiatannya 
dalam sehari bila hal itu memang dilakukan secara rutin.  
                
Buku ini memberikan sedikit pengetahuan bagi para orangtua anak usia dini dalam mendampingi anak-anaknya untuk 
mengenalkan konsep matematika. Orangtua diharapkan dapat memotivasi anak untuk senang belajar serta mengurangi 
kesulitan yang dialami anak dalam belajar matematika kelak 
di kemudian hari.Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 7

MENGENALKAN KONSEP MATEMATIKA PADA ANAK

A. Pengertian Matematika
Matematika merupakan salah satu jenis pengetahuan yang 
dibutuhkan manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Misalnya ketika berbelanja maka kita perlu memilih dan menghitung jumlah benda yang akan dibeli dan harga 
yang harus dibayar. Saat akan pergi, kita perlu mengingat arah 
jalan tempat yang akan didatangi, berapa lama jauhnya, serta 
memilih jalan yang lebih bisa cepat sampai di tujuan, dll.  
Bila kita berpikir tentang matematika maka kita akan membicarakan tentang persamaan dan perbedaan, pengaturan 
informasi/data, memahami tentang angka, jumlah, pola-pola, 
ruang, bentuk, perkiraan dan perbandingan.  
Pengetahuan tentang matematika sebenarnya sudah bisa 
diperkenalkan pada anak sejak usia dini (usia lahir-6 tahun). 
Pada anak-anak usia di bawah tiga tahun, konsep  matematika ditemukan setiap hari melalui pengalaman bermainnya. 
Misalnya saat membagikan kue kepada setiap temannya, 
menuang air dari satu wadah ke wadah lain, mengumpulkan 8 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
manik-manik besar dalam satu wadah 
dan manik-manik yang lebih kecil 
pada wadah yang lain, atau bertepuk 
tangan mengkuti pola irama. 
Mengenalkan Konsep matematika dapat dilakukan melalui 
kegiatan sehari-hariKonsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 9

B. Mengenalkan Konsep Angka pada anak usia bawah 3 tahun 
Untuk mengenalkan konsep angka pada anak usia dibawah 
3 tahun dapat dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

1. membilang, yaitu menyebutkan bilangan berdasarkan 
urutan 
2. mencocokan setiap angka dengan benda yang sedang 
dihitung,
3. membandingkan antara kelompok benda satu dengan 
kelompok benda yang lain untuk mengetahui jumlah 
benda yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama
Anak-anak mulai dapat mengembangkan pemahamannya tentang konsep angka bila mereka diajak menggunakan 
angka-angka di dalam berbagai kegiatan sehari-hari.  Misalnya mengajak anak menyanyikan lagu yang memuat angka 
seperti lagu Satu-satu, meminta tiga anak untuk membantu 
menata meja makan atau meletakan  alat /bahan main.
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orang tua 
dalam mengembangkan konsep angka pada anak usia bawah 
tiga tahun, yaitu :

Pada bayi (0-8 bulan) :
1. Sambil memakaikan kaos kaki pada bayi, tersenyum 
pada bayi dan mengucapkan “Nah ini satu kaos kaki 
untuk kaki kiri, dan satu lagi untuk kaki kanan. Dua kaos 
kaki untuk dua kaki”.  
2. Saat akan menyuapkan biskuit yang dihaluskan, sambil 
tersenyum ke bayi kita ucapkan” Sekarang waktunya 10 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
makan biskluit ya”. Dan ketika bayi terlihat senang, maka 
kita bisa ucapkan “Kamu mau tambah biskuitnya. Kamu 
pasti lapar ya.”

Pada bayi (8-12 bulan): 
1. Sediakan wadah-wadah mainan dan letakan masingmasing penutup didekatnya. Ajaklah bayi untuk meletakan 
tutup pada setiap wadah mainan 
2. Letakan 2 buah mainan dihadapan bayi. Ajaklah bayi 
untuk memilih mainan yang akan dimainkan dan  meraih 
mainan tersebut.
3. Beri contoh gagasan pada bayi untuk memberikan tanda 
“minta lagi” bila ingin meminta tambah biskuit lagi setelah 
menghabiskan biskuitnya.
Pada anak usia 12-24 bulan:
1. Ajaklah anak bernyanyi lagu satu satu, balonku, dll, yang 
mengandung angka sambil bergerak mengikuti irama.
2. Ajaklah anak untuk membantu memasukan setiap kuas 
lukis ke masing-masing wadah cat. 
3. Mintalah anak untuk memasukan bola plastik ke 
keranjang, kemudian ajaklah anak untuk menghitung 
bersama-sama jumlah bola yang ada di keranjang. 
4. Berikan gagasan agar anak boleh meminta lagi playdough 
bila bungkahan playdough yang diberikan masih kurang
  
Pada anak usia 24-36 bulan:
1. Siapkan beberapa buah mainan mobil-mobilan dan balok 
asesoris. Ajaklah anak untuk menyusun barisan antrian Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 11
mobil. Berikan gagasan untuk meletakan batasan pada 
setiap mobil dengan menggunakan balok asesoris.
2. Ajukan anak dengan pertanyaan seperti, “ Berapa 
umurmu sekarang?”  Ketika anak menjawab ” dua”  
maka tunjukan dengan dua jari sambil mengucapkan 
“dua”.
3. Ajaklah anak untuk bersama-sama bermain menumpuk 
beberapa balok atau kardus. Ketika selesai, tanyakan 
pada anak, “bangunan siapa yang lebih tinggi”. Biarkan 
anak berkata “punyaku yang lebih tinggi”. Kemudian 
mintalah anak untuk menghitung balok atau kardus 
yang sudah ditumpuknya.
Contoh kegiatan mengenalkan konsep angka pada anak12 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini

C.Mengenalkan Konsep Pola dan Hubungan pada 
anak usia bawah 3 tahun
Pola merupakan susunan benda yang terdiri atas warna, 
bentuk, jumlah, atau  peristiwa. Contoh susunan pola berdasarkan ukuran: besar, kecil, besar, kecil. Susunan pola berdasarkan warna: merah, biru, merah, biru. Dan, susunan pola 
berdasarkan peristiwa sehari-hari: sesudah makan biskuit, 
saya minum susu. 
Untuk mengembangkan kemampuan mengenal pola dan 
hubungan, anak perlu diberi banyak kesempatan untuk menggali dan memanipulasi benda dan mencatat persamaan dan 
perbedaanya.   
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan 
orangtua dalam mengembangkan pola dan 
hubungan:

Pada bayi usia 0-8 bulan:
1. Kenakan pakaian yang lebih berwarna warni, dan biarkan 
anak memperhatikan corak pakaian tersebut.
2. Sambil membawa botol susu datangi anak dan biarkan 
anak melambaikan tangan menyambut kedatangan 
anda.
3. Letakan bayi di karpet yang bersih dan tidak berdebu. 
Biarkan anak merasakan permukaan karpet dengan 
kakinya.
Pada bayi 8-12 bulan: 
1. Ambilah sebuah sendok kemudian dekatkan ke depan 
mulut anak. Biarkan anak membuka mulutnya.Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 13
2. Letakan bermacam-macam cangkir plastik dengan 
ukuran yang berbeda. Biarkan anak bermain dengan 
cangkir-cangkir tersebut dan mencoba  menumpuknya.
3. Letakan secara acak beberapa balok lunak atau kardus 
di lantai. Berikan gagasan agar anak mau mengumpulkan 
dan menyusun balok atau kardus menjadi sebuah baris.
Pada anak usia 12-24 bulan:
1. Sediakan alat musik gendang atau bisa dibuat dari kaleng 
bekas biskuit atau susu  ditutup karet balon. Ajak anak 
agar mau memukul gendang tersebut. Berikan beberapa 
contoh irama pukulan gendang untuk ditiru anak. 
2. Sediakan air dalam baskom berukuran sedang, cangkir 
plastik, dan botol aqua bekas. Berikan gagasan agar 
anak menuang air dengan cangkir ke botol.
3. Ketika membacakan buku cerita, ucapkan kalimat yang 
diulang-ulang pada beberapa halaman berikutnya, 
misalnya: “Nah, kucing yang tadi warna bulunya putih. 
Kalau kucing yang ini warna bulunya hitam. ”
4. Ketika membacakan buku cerita, sambil menunjuk ke 
gambar ucapkan “ Kelinci mana yang  lebih besar ?” 
Amati jawaban anak.

Pada anak usia 24-36 bulan:
1. Ajak anak untuk mengelompokan mainan mobil-mobilan 
atau boneka berdasarkan ukuran besar dan kecil.
2. Berikan anak sebuh gendang atau mainan yang berbunyi 
bila dipukul. Anda memegang botol plastik kososng. 
Mintalah anak untuk memukul gendang setelah anda 14 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
memukul botol. Lakukan ini berulang-ulang. Selanjutnya 
anak memukul gendang terlebih dulu diikuti anak.
3. Ajak anak untuk menumpuk buku-buku mulai dari yang 
berukuran besar hingga yang paling kecil.

D. Mengenalkan Konsep Hubungan Geometri dan Ruang pada anak usia bawah 3 tahun
Pengertian yang dimaksud di sini adalah anak mengenal 
bentuk-bentuk geometri (segitiga, segi empat, persegi, lingkaran) yang sama dan posisi dirinya dalam suatu ruang. Anak 
bisa paham tentang pengertian ruang yang dimaksud di sini 
ketika mereka sadar akan posisi dirinya dihubungkan dengan 
benda-benda dan penataan di sekelilingnya. Anak belajar tentang lokasi/tempat dan letak/posisi, seperti: di atas, di bawah, 
pada, di dalam, di luar. Selain itu, anak juga belajar tentang 
pengertian jarak, seperti: dekat, jauh, dll.  
Mengenalkan hubungan geometri dan ruang pada anak 
bisa dilakukan dengan cara mengajak anak bermain sambil 
mengamati berbagai benda di sekelilingnya. Anak akan belajar bahwa benda yang satu mempunyai bentuk yang sama 
dengan benda yang satunya. Ketika anak melihat buah apel  
dan  bercerita, “Buah apel ini bentuknya seperti bola,” maka 
sebenarnya anak sedang mengembangkan pengertian tentang geometri. Orang tua yang memiliki anak usia 1-3 tahun 
dapat menyediakan balok-balok lunak atau kardus-kardus bekas obat dari berbagai ukuran agar anak bisa bereksplorasi 
dan membangun.
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan orangtua untuk 
mengembangkan hubungan geometri dan ruang pada anak:Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 15

Pada bayi 0-8 bulan:
1. Letakan sebuah botiol susu di hadapan bayi. Biarkan 
bayi  memegang botol tersebut dan merasakan bentuk 
botol dengan kedua tangannya.
2. Selimuti bayi. Biarkan bayi memegang dan merasakan 
keseluruhan bentuk dan permukaan selimut. 
3. Biarkan bayi merangkak atau merayap sepanjang tepi 
meja untuk merasakan bentuk meja.
Pada  bayi 8-12 bulan:
1. Ajak anak merangkak kedalam terowongan. Biarkan 
anak merasakan berada di ruang tertutup tetapi masih 
bisa memandang dan menjangkau  luar dengan kedua 
tanggannya.
2. Ajak anak untuk melempar bola plastik ke dalam 
keranjang.       
Pada anak usia 12-24 bulan:
1. Sediakan boneka dan kotak yang ukurannya lebih kecil 
dari boneka tersebut. Berikan gagasan agar anak mau 
mencoba memasukan boneka ke kotak. Setelah anak 
mengerti bahwa kota terlalu kecil maka ambil kotak lain 
yang lebih besar, birakan anak memasukan boneka ke 
kotak tersebut.
2. Sediakan kotak yang permukaannya terdapat beberapa 
lubang berbentuk segitiga, persegi, lingkaran, segiempat. 
Biarkan anak memasukan keping segitiga, persegi, 
lingkaran dan segiempat ke kotak tersebut.16 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini

Pada anak 24-36 bulan:
1. Ajak anak bermain meniup busa sabun di luar. Amati apa 
yang diucapkan anak. (Misalnya:” Lihat ada banyak bola 
!”
2. Ajak anak untuk mengenal nama-nama benda di sekitar, 
misal: “Lihat, piring ini seperti apa bentuknya”. Biarkan 
anak yang  menjawab.

E. Mengenalkan konsep Memilih dan Mengelompokan pada anak usia bawah 3 tahun
Memilih dan mengelompokan meliputi kemampuan 
mengamati dan mencatat persamaan dan perbedaan benda. 
Anak-anak usia di bawah tiga tahun  mengenal persamaan 
dan perbedaan melalui kelima indera mereka pada saat bereksplorasi dengan benda-benda di sekitar. Anak belajar 
melalui memperhatikan, mendengar, menyentuh, merasakan, 
mencium bau benda-benda yang dimainkannya, sehingga 
mengetahui benda-benda yang sama dan yang berbeda.  
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orangtua 
untuk mengembangkan kemampuan memilih dan mengelompokan pada anak :

Pada bayi 0-8 bulan:
1. Ketika bayi menangis, katakan: “Ya ibu datang. Ibu 
mendengar suaramu.” Bayi akan belajar mengenali 
suara anda.
2. Berikan  2 macam mainan bayi yang berbunyi. Biarkan 
bayi menunjukan minat pada mainan tertentu dan 
memainkannya.Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 17
Pada bayi 8-12 bulan:
1. Sediakan 2 macam buah-buahan masing-masing jenis 
3, misal: apel dan jeruk pada sebuah wadah. Ajaklah 
anak untuk memilih buah dan meletakan di luar wadah.
2. Sediakan beberapa macam alat dapur yang bisa 
dibunyikan seperti: tutup panci, tutup gelas, piring 
kaleng, dll. Biarkan anak memilih alat tersebut dan 
membunyikannya menggunakan supit kayu atau plastik 
untuk makan mi. 
  
Pada anak 12-24 bulan:
1. Memberikan sebuah gambar kucing pada anak. Biarkan 
anak menyebutkan nama binatang tersebut.
2. Sediakan 5 buah balok lunak warna merah. Ajak anak 
untuk membariskan  balok-balok tersebut seperti barisan 
balok berdasarkan pola warna merah.
Pada anak 24-36 bulan:
1. Sediakan 1 keranjang dan beberapa bola plastik terdiri 
dari 3 warna, masing-masing warna 4 bola. Ajak anak 
untuk memasukan semua bola yang berwarna misalnya 
yang berwarna kuning ke keranjang. 
2. Sediakan bermacam-macam kotak kardus dari berbagai 
ukuran dan bentuk. Ajak anak untuk menumpuk kotakkota tersebut menjadi seperti sebuah menara. Biarkan 
anak memilih kotak-kotak yang sama bentuk dan 
ukurannya untuk ditumpuk. 

F. Mengembangkan konsep angka pada anak usia 
3-6 tahun 18 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
Konsep angka dikembangkan melalui 3 tahap:
1. Menghitung. Tahap awal menghitung pada anak adalah 
menghitung melalui hapalan atau membilang. Orangtua 
dapat mengembangkan kemampuan ini melalui kegiatan 
menyanyi, permainan jari, dll yang menggunakan 
angka.
2. Hubungan satu-satu. Maksudnya adalah menghubungkan 
satu, dan hanya satu angka dengan benda yang berkaitan. 
Teknik ini bisa dilakukan melalui kegiatan sehari-hari.
3. Menjumlah, membandingkan dan simbol angka.
Ketika orangtua meminta anak mengambilkan 3 buah 
biskuit, dan anak membawa 3 buah biskuit. Anak tersebut 
mengerti tentang konsep jumlah. Anak yang paham urutan 
angka, akan tahu bahwa kalau menghitung 3 biskuit dari kiri 
ke kanan dan dari kanan ke kiri maka jumlahnya akan sama. 
Anak yang paham konsep perbandingan akan paham benda 
yang lebih besar, jumlahnya lebih banyak, lebih sedikit, atau 
sama.
Beberapa contoh kegatan yang dapat dilakukan orang tua 
dalam mengembangkan konsep angka, yaitu:
1. Meminta anak menghitung jumlah cangkir yang diperlukan 
untuk mengisi botol sampai penuh dengan pasir.
2. Mieminta anak menghitung jumlah balok yang diperlukan 
untuk membuat bangunan yang dibuat anak. 
   
G. Mengembangkan Konsep Pola dan Hubunganpada anak usia 3-6 tahun
Tujuan mengenalkan pola dan hubungan pada anak usia 
3-6 tahun adalah mengenalkan dan menganalisa pola-pola Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 19
sederhana, menjiplak, membuat, dan membuat perkiraan tentang kemungkinan dari kelanjutan pola. 
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orangtua 
untuk mengembangkan pola dan hubungan pada anak:
1. Mengajak anak bermain menyusun antrian mobil-mobilan 
membentuk pola barisan merah, hitam, merah, hitam, 
merah, hitam 
2. Mengajak anak bermain membuat rantai gelang dari 
kertas warna putih, biru, hijau, putih, biru, hijau. 

H. Mengembangkan Konsep Hubungan Geometri 
dan Ruang pada anak usia 3-6 tahun
Anak belajar mengenal bentuk-bentuk dan penataan di 
lingkungan sekitar. Saat anak bermain dengan balok, cat 
lukis, menggambar, menggunting bentuk-bentuk geometri, 
mengembalikan balok ke rak, sebenarnya anak sedang belajar tentang bangun datar dan bangun ruang serta kegunaannya. Pertama anak belajar mengenal bentuk-bentuk sederhana (segitiga, lingkaran, segi empat). Kedua, anak belajar 
tentang ciri-ciri dari setiap bentuk geometri. Selanjutnya, anak 
belajar menerapkan pengetahuannya untuk berkreasi membangun dengan bentuk-bentuk geometri. 
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orangtua 
untuk mengembangkan hubungan geometri dan ruang pada 
anak:
1. Mengajak anak bermain meniup busa sabun 
menggunakan sedotan plastik yang ditekukan pada 
bagian ujungnya sehingga membentuk lingkaran lalu 
diikatkan ke batang sedotan. Ajak anak mengamati 20 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini
bahwa bentuk gelembung-gelembung sabun yang ditiup 
anak seperti bentuk lingkaran.
2. Sediakan kardus-kardus bekas (obat, susu), botolbotol plastik, sedotan plastik, kertas warna, dll. Ajak 
anak untuk membangun sebuah halaman impian untuk 
tempat bermainnya menggunakan barang-barang bekas 
tersebut.  

I. Mengembangkan Konsep Pengukuran pada anak usia 3-6 tahun 
Anak belajar pengukuran dari berbagai kesempatan melalui kegiatan yang membutuhkan kreativitas. Tahap awal anak 
tidak menggunakan alat, tetapi mengenalkan konsep lebih 
panjang, lebih pendek, lebih ringan, cepat, dan lebih lambat. 
Tahap berikutnya, anak diajak menggunakan alat ukur bukan 
standar, seperti pita, sepatu, dll. Pada tahap lebih tinggi lagi, 
anak diajak menggunakan jam dinding, penggaris, skala, termometer.
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orangtua 
untuk mengembangkan pengukuran pada anak:
1. Mengajak anak mengukur panjang dan lebar rak mainan 
menggunakan balok unit.
2. Mengajak anak menghitung jumlah cangkir berisi pasir 
yang diperlukan untuk mengisi penuh sebuah ember 
kecil.
3. Mengajak anak mengukur karpet menggunakan pita.

J. Mengembangkan Konsep Pengumpulan, 
Pengaturan dan Tampilan Data pada anak usia 3-6 
tahunKonsep Matematika Untuk Anak Usia Dini 21
Pada awalnya anak mulai memilih benda tanpa tujuan. Selanjutnya anak memilih mainan dengan tujuan, misalnya berdasarkan warna, ukuran , atau bentuk. Pada tahap yang lebih 
tinggi anak dapat memilih mainan berdasarkan lebih dari satu 
variabel, misal berdasarkan warna dan bentuk, atau warna, 
bentuk dan ukuran.
Pengetahuan tentang grafik merupakan bentuk perluasan 
dari memilih dan mengelompokan.  Membuat grafik merupakan cara anak untuk menampilkan bermacam-macam informasi/data dalam bentuk yang berlainan. Misalnya anak membuat 
grafik sederhana tentang jenis sepatu yang dipakai anak. 
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan orangtua 
untuk mengembangkan pengumpulan, pengaturan dan tampilan data pada anak:
a. Mengajak anak mengumpulkan bermacam-macam 
daunan-daunan. Kemudian ajak anak mengelompokan 
bentuk daun-daunan tersebut. Setelah itu, buatlah daftar 
tentang jumlah daun untuk setiap bentuknya dengan 
cara menyusun daun-daun yang sama menjadi barisan 
tegak lurus ke atas. Ajak anak mencatat jumlah setiap 
kelompok daun.   
b. Mengajak anak membuat grafik tentang keadaan cuaca 
setiap hari dalam 1 bulan. 

   22 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini


TIPS UNTUK ORANG TUA
Beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua dirumah:
• Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari di rumah. 
Misalnya membantu meletakan piring dan gelas ke rak, 
meletakan baju-baju yang sudah disetrika ke lemari.
merapikan handuk dan selimut di lemari.
• Menyediakan anak  berbagai kesempatan dalam kegiatan 
sehari-hari yang menggunakan angka. Misalnya menata 
meja makan, menata alat  main sesuai fungsi, meletakan 
kaos kaki pada masing-masing sepatu.
• Meminta anak untuk membantu menata sepatu anggota 
keluarga dirak mulai dari sepatu ukuran kecil hingga yang 
berukuran besar.
• Mengajak anak untuk membantu menata buku-buku, 
berdasarkan ukuran, ketebalan buku, atau jenis 
kertasnya. 
• Memberi kesempatan pada anak untuk sering bermain 
dengan playdough, atau tanah liat. Biarkan anak berkreasi 
dengan bahan tersebut.
• Ajak anak untuk berlari,  melompat, meloncat pada gambar 
bentuk-bentuk geometri yang dibuat dari tali, kapur, dll.24 Konsep Matematika Untuk Anak Usia Dini

PENUTUP
Sampailah kita pada akhir bab buku tentang Mengenal 
Konsep Matematika pad Anak Usia Dini. Akan tetapi, 
penulis berharap ini merupakan awal dari sebuah 
perjalanan pembelajaran menuju pemahaman baru tentang 
pengenalan konsep matematika pada anak. Bacalah buku ini 
dengan sabar. Ikutilah alur penjelasannya. Ulangi membaca 
sampai anda benar-benar paham isi buku ini. Secara bertahap 
coba terapkan contoh-contoh yang terdapat pada isi buku.        
Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat pada buku ini yang mungkin belum dapat menjawab permasalahan anda. Janganlah berkecil hati. Buku ini baru awal 
permulaan. Penulis berharap suatu saat nanti akan ada buku 
lanjutan yang lebih menjawab permasalahan anda. Semoga 
Tuhan merahmati segala usaha kita. Amin.    

Sumber Bacaan
• Schiller Pam and Lynne Peterson (1997). Count on Math. 
Activities for small hands and lively minds. Bestville: 
Gryphon House, Inc.
• Trister Dodge Diane, Sherrie Rudick and Kailee Berke 
(2006). Creative Curriculum : For Infants, Toddlers, and 
Twos (2nd Edition). Washingto D.C.: Teaching Strategies 
Inc.
• Trister Dodge Diane, Laura J. Colker and Cate Heroman 
(2002). Creative Curriculum : For Preschool (4th Edition). 
Washingto D.C.: Teaching Strategies Inc.
• Wallace Belle (2002). Teaching Thinking Skills Accross 
The Early Years: A Practical Approach for Children Aged 
4-7 Years. London: David Fulton Publishers.
• Guha Smita. Integrating Mathematics for Young 
Children Through Play. 2001. From http:// www naecy

19 Zat GiziI Penting Untuk Otak

Dari semua zat gisi yg dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, terdapat sejumlah zat gizi yang secara spesifik berfungsi untuk tumbuh kembang otak. Berikut diantarannya :

  1. Taurin, merupakan asam amino yang membuat kinerja otak jadi lebih baik, selain juga berperan dalam perkembangan mata anak.Sumber : ASI, daging , unggas dan makanan laut.
  2. Tyrosine & Tryptophan (TT) , berperan untuk menghasilkan Neurotransmiter yg berfungsi menyerap pesan dan mengolahnya sehingga pesan disampaikan lebih optimal. Sumber : ASI ,Pisang,unggas,Kacang dan makanan lain yg kaya protein
  3. Kolin , dapat membatuu fungsi normal otak melalui pembentukan neurotransmitter acetylcholine, yaitu bentuk senyawa kolin yg sangat berperan pada fungsi otak . sumber : ASI,Kuning telur, kacang kedelai,hati ayam , kalkun , daging sapi.
  4. Omega 3 (asam Linolenat) dan Omega 6 (asam Linoleat), keduanya merupakan asam lemak esessial yg berperan pembukusan syaraf. Sumber : ASI ,Makanan Laut, dan produk susu.
  5. DHA , penting bagi perkembangan saraf diotak, terutama pembentukan jaringan lemak otak (mielinisasi) dan interkoneksi antar syaraf di otak.  Sumber : ASI, Ikan laut, seperti Tuna,gindara, sarden, salmon,makarel,  dan hering.
  6. AA/ARA  berperan penting dalam mengoptimalkan transmisi syaraf dan fungsi otak. Sumber : ASI, Telur bebek, Daging dan makanan hewani lainnya.
  7. SA (Sialic Acid) , membantu mengoptimalkan perkembangan otak  anak dlm masa kritis tumbuh kembang otak. Sumber : ASI.
  8. Sphingomyelin , Komponen utama dlm proses pembentukan selubung mielin otak , sehingga syaraf2 bekerja diotak sehingga tidak ada satupun yan terhambat. Sumber : ASI
  9. Lecitin , berguna untuk proses pembentukan Syaraf2 didalam otak , bisa mencegah kerusakan memori . Sumber Kedelai , kuning telur.
  10. Gangliosida , Dibutuhkan untuk pertumbuhan , perkembanagan migrasi dan pematangan sel syaraf otak, serta pembentukan sinaps(hubungan antar sel syaraf) Sumber : ASI
  11. Kolesterol , Komponen utama pemberntukan sel otak dan sel syaraf , Sumber : ASI,Telur ,Udang,Otak dan lainnya.
  12. Vitamin B1 (Thiamin) ,merupakan gizi esensial untuk kesehatan otak dan sel saraf. juga membantu pertumbuhan janin . Sumber : Biji2an dan makanan yg telah diperkaya spt roti,nasi,pasta dan sereal sarapan.
  13. Vitamin B5 (Asam Pantotenant) merupakan bentuk koenzim yg dapat membantu mnegantar rangsangan syaraf . Sumber : Daging,Unggas,Ikan,Sereal , biji2an, susu , sayur dan buah.
  14. Vitamin B6 (Piridoksin) membantu mengubah asam amino triptofan menjadi seretonin ,Xat kimia otak yg dpt menimbulkan rasa tenang bagi tumbuh. Sumber : Daging ayam, ikan,hati,hati , sereal, biji2an , kacang2an dan polong2an.
  15. Vitamin B12 (Sianokobalamin) membantu mempertahankan jaringan saraf agar tetap sehat  Sumber ;telur , daging , unggas, susu dan produk olahannya.
  16. Asam Folat , mengurangi resiko janin mengalami kecatatan pada otak dan saraf tulang belakang. Setelah bayi lahir asam folat dibutuhkan untuk pembentukan selubung saraf otak agar otak berkembang optimal. Sumber : sayuran hijau , buah2an9jeruk,semangka ,srrobery ,nanas dan avokad) daging sapi, gandum dan kacang2an.
  17. Zat Besi (Ferrum / Fe) diperlukan bagi pembentukan selubung syaraf  dn mencegah gangguan kecerdasan . riset membuktikan adanya hubungan antara kandunan zat besi dalam makanan dengan tingkat IQ . Sumber : ASI , Daging ,Hati ,Jantung sapi, daging ayam, ikan kuning telur, kacang2an , kedelai , sayuran berwarna hijau , sereal dan lainnya.
  18. Seng (Zink/Zn) penting bagi berbagai fungsi termasuk pertumbuhan dan perkembanganm preproduksi , fungsi sensori , antioksidan serta stabilisasi membran otak . Sumber : ASI, makananlaut ,daging ,Unggas ,Biji2an, Kacang2an , sereal dan yodium.
  19. Yodium , sangat penting untuk pembentukan homon tiroid yaitu hormon yg sangat diperlukan bagi tumbuh kembang fisik dan mental yg normal . Sumber : Sayur, daging merah dan ikan laut.

Nah Sekarang Bunda2 jadi tahukan apa fungsi zat gizi diatas , dan sumber zat gizi didapatkan dari mana? Semoga berguna ya bun






Tips Mengajarkan Anak Bicara
Bunda , Melatih bicara anak sejak dini akan membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Setiap apapun  yang dikatakan oleh orang tua, akan tersimpan di memori otak anak, dan suatu saat si anak akan meniru apa yang dia perolehnya, baik itu yang diajarkan orang tua maupun oleh orang-orang disekitarnya , So selalu Gunakanlah kata2 yg baik dan ini Tips untuk mengajarkan si kecil bicara: 

  • Ajaklah Si Kecil  berbicara sesering mungkin, sejak dini, walaupun  sebenarnya mereka belum waktunya berbicara.
  • Berbicara dengan anak menggunakan suara yang lembut, karena anak lebih suka dengan suara yang lembut.
  • Hindarkan berbicara kata kasar dan buruk di depan anak. Karena apa yang Anda ucapkan akan tersimpan di memori otak anak. Suatu saat kata-kata itu akan ditiru oleh Si Kecil.
  • Selain Bunda mengajak bicara Si kecil sesering mungkin, dengarkan juga apa yang diucapkannya meskipun kata-katanya belum begitu jelas. Lalu berilah respon terhadap apa yang dia katakan. Hal ini akan membuat si anak senang untuk berbicara.
  • Jangan menyalahkan apa yang dia katakan. Ulangi apa yang disampaikan meskipun salah dengan kata yang benar dan berulang-ulang.
  • Ajak Si Kecil  berbicara sambil memakai pempers, sambil bermain ataupun sambil berjalan-jalan dengan  anak. Kombinasi waktu berbicara dengan anak membuat anak tidak bosan dan lebih menyenangkan buat anak.
  • Lihat respon Si Kecil  saat diajak berbicara. Jika ia  masih memperhatikan Bunda , maka Bunda  dapat terus mengajak Sikecil  untuk berbicara. Tetapi kalau Si kecil  tidak lagi memperhatikan Bunda  dan mulai mengalihkan perhatian, maka sebaiknya Bunda  menghentikan untuk sementara waktu berbicara dengan anak, untuk diulang lagi di lain waktu. Mungkin anak mulai bosan, jangan dipaksakan.

Selamat Mencoba!!